Rabu, 17 November 2010

Letih? Usir dengan Lemon



Weekend atau akhir pekan ini, berencana untuk pergi ke luar kota untuk refreshing singkat? Tapi Senin nanti, kita sudah dipadati dengan jadwal meeting sana-sini. Perlu jurus jitu untuk mengusir letih dari pernjalanan lintas kota,mulai dari sekarang sediakanlah sari lemon.

Penelitian University of Maryland’s Medical Center membuktikan, aroma dan rasa lemon dengan kandungan kadar vitamin C tinggi, dapat mengurangi kelelahan dan memberi kesegaran. Ingat juga bahwa lemon mengandung antioksidan pencegah infeksi yang rentan diderita orang yang sedang kelelahan.

Resepnya : Peras satu buah lemon ukuran sedang ke dalam segelas air hangat. Campur denngan satu sendok madu Manuka. Minum sampai habis. Ulangi 3 kali dalam sehari. Tapi kalau kita sudah terlanjur sakit (demam) karena terlalu lelah, minum ramuan ini setiap 2 jam, hingga demam mereda


Hindari Kepikunan dengan Diet Mediterania



Menjaga pola makan tetap sehat adalah kunci daya ingat yang prima dan terhindar dari risiko penyakit demensia (pikun). Demikian kesimpulan terbaru sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Archieves of Neurology.

Pola makan ala Mediterania yang sarat akan bahan makanan segar dan rendah lemak disebut-sebut sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya pikun. Para ahli yakin, kombinasi nutrisi yang terdapat dalam ikan, kacang-kacangan, dan sayuran, yang biasa dikonsumsi orang Mediterania bisa menjaga fungsi sel-sel otak.

Dr.Yian Gu dan timnya dari Columbia University Medical Centre di Amerika Serikat mengamati pola makan 2.148 para pensiunan yang tinggal di New York, AS. Selama empat tahun periode penelitian, 253 orang-orang lansia tersebut menderita penyakit Alzheimer, penyebab utama terjadinya demenisa.

Ketika dilacak pola makan para responden, diketahui mereka yang sering mengonsumsi salad, kacang-kacangan, ikan, buah dan sayur, serta jarang mengonsumsi makanan tinggi lemak dan daging merah, adalah para responden yang terbebas dari demensia.

Para peneliti menduga, kombinasi nutrisi yang terdapat dalam variasi makanan sangatlah penting. Diet Mediterania diketahui kaya akan kandungan omega-3 dan 6, vitamin E dan asam folat, serta vitamin B12


senyumlah biar panjang umur



Rahasia panjang umur ternyata bisa sesederhana merekahnya sebuah senyuman. Semakin lebar senyum dan semakin dalam lipatan di sekitar mata Anda ketika tersenyum, semakin besar pula kemungkinan Anda untuk hidup lebih lama.

Kaitan antara senyum dan umur panjang ini diungkapkan oleh peneliti dalam riset yang dimuat di jurnal Psychological Science. Temuan baru ini menambah bukti lain bahwa hidup dengan kebahagiaan dan gembira memberi pengaruh kuat bagi kualitas kesehatan dan harapan hidup.

Peneliti percaya, lebarnya senyuman dan dalamnya kerutan di sekitar mata adalah cermin positif dari hidup seseorang yang dapat diterjemahkan dalam kesehatan jangka panjang yang lebih baik.

Kesimpulan ini merupakan hasil studi terhadap foto-foto berusia tua. Para ahli dari Wayne State University, Michigan, meneliti 230 gambar pemain liga bisbol yang dicetak dengan data registrasi tahun 1952. Daftar ini memuat semua profil dan statistik pemain, seperti tanggal lahir, berat, status perkawinan, dan karier.

Para ahli lalu membuat peringkat pemain berdasarkan bentuk senyuman. Ada kelompok pemain yang tak tersenyum sama sekali, tersenyum parsial (sebagian otot di sekitar mulut saja yang aktif), serta tersenyum lebar (ditandai tawa lepas dengan gigi yang tampak, pipi yang naik, dan lipatan di sekitar mata).

Foto-foto ini lalu dibandingkan dengan usia dan harapan hidup setiap pemain. Hasil analisis menunjukkan, 184 pemain tercatat sudah meninggal. Mereka yang masuk kategori "tanpa senyum" hidup dengan usia rata-rata 72,9 tahun.

Di antara kelompok "senyum parsial', harapan hidupnya rata-rata mencapai 75 tahun. Adapun mereka yang senyumnya paling lebar memiliki usia rata-rata 79,9 tahun atau tujuh tahun lebih panjang dari rekannya yang "jarang senyum".

Riset juga menemukan bahwa "senyuman palsu" tidak akan memberikan manfaat yang sama karena penambahan angka harapan hidup hanya terlihat pada pemain yang memiliki senyuman asli yang dikenal dengan Duchenne smiles.

Senyuman Duchenne mengaktifkan sekelompok otot di sekitar mulut dan mata. Istilah ini dimunculkan oleh seorang ahli saraf pada abad ke-19. Senyuman ini berbeda dengan senyum palsu yang hanya melibatkan otot di sekitar mulut.

Jadi mulai saat ini, tersenyumlah dengan lepas agar Anda tetap sehat dan panjang umur!


Tanaman Asli Indonesia Miliki Potensi Obat Anti HIV/AIDS

Banyak tanaman asli Indonesia yang berpotensi sebagai anti-HIV/AIDS, tetapi belum diuji skrining hingga menjadi obat yang diakui.

"Justru skrining terhadap tanaman herbal tropis anti-HIV banyak dilakukan negara-negara maju seperti AS atau Eropa," kata pakar biomedik Suprapto Ma’at di Jakarta, Rabu (2/12).

Suprapto mengatakan skrining itu diawali dengan penentuan sitotoksisitas ekstrak terhadap kultur sel yang telah diinveksi HIV, hingga skrining terhadap fraksi ekstrak tanaman untuk diketahui mana yang memiliki aktivitas mantap sebagai anti-HIV.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu mencontohkan, dari hasil penelitian Barat terhadap kunyit (curcuma domestika/longa) diketahui pigmen berwarna kuningnya ternyata memiliki efek farmakologik seperti antitumor, aktivitas anti infeksi, anti-inflamasi dan dapat menghambat aktivitas enzim integrase HIV-1.

Acemannan yang merupakan polisakarida asetilasi dari lidah buaya (aloe vera) yang diteliti laboratorium di AS dan di Kanada, ternyata bersifat antitumor, imunostimulan, dan antiviral.

Diterpenoid lakton yang terdapat pada sambiloto (andrographis paniculata) dapat menghambat pertumbuhan virus HIV-1 maupun virus HIV-2 dan dipatenkan di Universitas Bastyr dengan nama AndroVir.

Penelitian terhadap akstrak meniran (phyllanthus niruri) bekerja sebagai anti-viral dan imunostimulator (perangsang imunitas) pada penderita HIV/AIDS.

Ekstrak buah mengkudu (morinda citrifolia) telah dipatenkan sejumlah peneliti di negara maju sebagai antiinfeksi dan antikanker.

Ekstrak Bratawali (tinospora cordifolia) mampu menurunkan gejala yang terjadi pada infeksi HIV seperti mual, muntah, anoreksia dan lemah.

Ekstrak jambu biji (psidium guajava) sebagai penghambat virus HIV dan meringankan efek samping penderita HIV, seperti diare.

Agar peneliti Indonesia bisa lebih aktif melakukan pencarian obat anti-HIV dari berbagai tanaman asli tropis, perlu dibangun laboratorium khusus virus dan laboratorium kultur sel, meski lab ini membutuhkan investasi sangat besar.

Ia mengatakan China yang sudah melakukan skrining terhadap tanaman anti-HIV terhadap 5.000 spesies tanaman obat, hanya menghasilkan sekitar 90 spesies yang menunjukkan aktivitas anti-HIV atau hanya sekitar 13 persen saja.

Sejauh ini penanganan HIV/AIDS mengandalkan HAART (Highly active antiretroviral therapy) yang diperkenalkan sejak 1996, yang mencakup kombinasi tiga obat kimia yang berasal dari sedikitnya dua jenis agen antiretroviral.

HAART membuat adanya stabilisasi gejala dan meningkatkan waktu bertahan penderita antara 4-12 tahun, tetapi tidak menyembuhkan pasien dari HIV dan bisa kambuh kembali setelah perawatan berhenti.

"Dengan demikian pasien HIV membutuhkan obat alternatif pendamping dan potensi obat herbal perlu terus digali," katanya.


buah dan sayur mencegah batuk dan pilek


 Sebelum terserang batuk atau pilek, ada baiknya Anda melakukan pencegahan dengan meningkatkan ketahanan tubuh, salah satunya lewat makanan. Beberapa jenis makanan rupanya bisa menjadi benteng pertahanan terhadap virus flu.

Virus flu biasanya merangsang lendir yang berlebihan, sehingga membuat merasa tidak nyaman karena jalan pernapasan terasa terhambat. Agar batuk tidak semakin parah, hindari jenis makanan yang bisa memproduksi lendir.

Contohnya susu maupun produk turunannya seperti es krim, yoghurt, dan keju. Jenis makanan lain yang juga bisa meningkatkan produksi lendir adalah telur, makanan yang digoreng, daging merah, serta yang mengandung gula atau garam berlebihan.

Sebaliknya, ada makanan tertentu yang berguna untuk mengatasi batuk, sakit tenggorokan, maupun pilek. Jenis makanan yang dimaksud umumnya kaya akan vitamin yang berperan sebagai pendorong sistem kekebalan tubuh.

Banyak Pilihan
Berikut ini beberapa jenis makanan, kebanyakan buah, sayur, maupun rempah, yang bisa dimanfaatkan saat sedang batuk atau flu.

Aprikot. Betakaroten terdapat pada buah aprikot. Betakaroten merupakan vitamin yang bertindak sebagai antioksidan poten, sehingga bisa melindungi dari infeksi. Juga memperkuat sistem imunitas pada tubuh.

Brokoli. Dalam brokoli terkandung zat gizi yang meningkatkan imunitas tubuh. Memasukkan brokoli dalam menu diet sehari-hari akan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Brokoli juga kaya vitamin C yang melindungi dari serangan flu dan infeksi virus.

Brokoli mengandung betakaroten yang berperan penting dalam pencegahan penyakit. Sayuran berwarna hijau tua ini menjadi sumber yang baik zat besi. Zat besi diperlukan untuk mendukung produksi sel darah putih dan antibodi.

Kubis. Kubis, baik yang berwarna hijau maupun merah, sangat kaya akan antioksidan, betakaroten, vitamin C, serta vitamin E. Komponen zat gizi tersebut membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Wortel. Pada wortel terkandung betakaroten. Dalam tubuh, betakaroten akan diubah menjadi vitamin A yang berpotensi sebagai antioksidan.

Kayu manis. Kayu manis mengandung eugenol, komponen fitonutrien yang bermanfaat sebagai antiseptik dan pereda rasa nyeri. Juga bersifat dekongestan yang berguna mengurangi rasa mampet pada hidung akibat pilek. Kayu manis bisa ditambahkan pada makanan ataupun dengan mencampur batangnya dengan air hangat. Campuran tersebut cukup ampuh dalam mengatasi flu.

Bawang putih. Belerang yang terdapat pada bawang putih menjaga darah tetap sehat, serta mampu melawan bakteri dan mengenyahkan virus. Bawang putih berperan sebagai pelindung pada sistem pernapasan, juga membantu mengurangi pembentukan lendir.

Jahe. Sejenis rempah yang memberi rasa hangat bagi tubuh. Jahe yang telah dimemarkan dan dicampur dengan air hangat akan membantu meredakan batuk. Efek jahe yang bersifat ekspektoran atau mengeluarkan dahak dan dekongestan atau meredakan hidung mampet.

Madu. Paduan antara jeruk lemon dengan madu cukup bermanfaat untuk mengatasi batuk. Menurut Prof. Peter C. Molan, Ph.D., peneliti dari The University of Waikato, Selandia Baru, madu juga mempunyai komponen antiperadangan sehingga bisa mengatasi sakit tenggorokan.

Jeruk. Buah jeruk menyediakan antioksidan yang cukup tinggi dan fitonutrien yang bisa melawan infeksi virus. Pada jeruk terdapat flavonoid, jenis antioksidan dan secara sinergi bekerja bersama dengan vitamin C untuk meningkatkan perlindungan tubuh terhadap radikal bebas.

Daun letuce. Daun letuce berwarna hijau tua mengandung sejumlah zat gizi yang baik. Secara umum, pada letuce terkandung betakaroten, asam folat, serta vitamin C.
Jeruk nipis. Zaman dulu, jeruk nipis kerap dijadikan alternatif obat batuk dengan campuran kecap. Dalam jeruk nipis terkandung vitamin C yang baik untuk imunitas tubuh. Antiseptik alami yang terdapat di dalamnya juga berguna untuk mengatasi sakit tenggorokan.

Mangga. Suplai mangga yang cukup banyak di pasaran membuat buah ini mudah dijumpai. Buah yang kaya akan betakaroten dan vitamin C ini bisa menjadi pilihan untuk mendorong sistem pertahanan tubuh dan pelindung terhadap kerusakan sel.

Bawang bombai. Bawang bombai mengandung fitonutrien yang bertindak sebagai antibiotik alami. Sajian dalam bentuk salad maupun sup akan memberi manfaat yang optimal


Air Susu Ibu Sembuhkan Jerawat



Para ilmuwan di Amerika Serikat belum lama ini menemukan sejenis zat yang terkandung dalam air susu ibu yang memiliki potensi besar mengatasi problem jerawat.

Zat alami ini bernama asam laurik (lauric acid), yang kadarnya dalam air susu ibu (ASI) mencapai sekitar 45-50 persen. Dikenal sebagai zat antibakteri, asam laurik juga ditemukan dalam minyak kelapa murni atau VCO.

Penemu zat ini, Dissaya Pornpattananangkul, seorang peneliti bioengineering dari Universitas of California, menyatakan, asam laurik dapat menyelamatkan jutaan remaja di dunia. Zat ini bakal menjadi harapan baru dalam pengobatan jerawat karena sifatnya alami dan aman.

Lewat risetnya, Dissaya membuktikan bahwa pengobatan menggunakan krim wajah yang mengandung zat ini tidak menimbulkan efek samping. Tak seperti halnya pengobatan lain saat ini yang dapat menyebabkan kulit kemerahan, kepanasan, dan terbakar.

Salah satu kelebihan penemuan Dissaya adalah mengombinasikan asam laurik dengan "gold nanoparticles". Partikel-partikel nano inilah yang membuat asam laurik tidak saling melekat ketika diproses berbentuk krim dan kemudian dapat berpisah dengan cepat ketika dioleskan pada kulit.

"Partikel nano juga dapat membantu liposom menentukan bakteri penyebab jerawat berdasarkan kondisi kulit, termasuk pH (keasaman)," ujarnya.

Bersama timnya, Dissata berencana melakukan pengujian krim kulit ini pada manusia. Sejauh ini mereka telah berhasil memenuhi sejumlah syarat untuk memperoleh izin pengujian karena produk ini dibuat dari bahan alami dan telah termasuk dalam daftar aman.